Kamis, 15 Maret 2018

input data

                                                        Membuat Input Data
                              

                                                        Koding Input Data

                                                                    Hasil koding

Kamis, 01 Maret 2018

Fungsi

         Fungsi (FUNCTION) pada C++

Pendahuluan
Fungsi merupakan blok dari kode program yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Fungsi banyak dilibatkan dalam pembuatan suatu program, dengan tujuan :
Program menjadi lebih tersetuktur, sehingga mudah dipahami dan mudah dikembangkan
Dapat mengurangi pengulangan kode.
Bentuk umum suatu fungsi adalah sebagai berikut :
Tipedata namafungsi(daftarparameter) {
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}

Fungsi Bertipe void
Fungsi bertipe void, kalau dalam program pascal atau delphi disebut sebagai procedure. Fungsi ini tidak mempunyai nilai kembalian, jadi fungsi bertipe ini hanya merupakan sekumpulan kode program yang bekerja sesuai dengan parameter yang diberikan.
Contoh fungsi bertipe void :
void TampilNama() {
textcolor(RED);
cprintf(“Nama Saya : Tulis Nama Ada\n\r”);
cprintf(“Alamat    : Jl. Can Di Aspal No. 70\n\r”);
cprintf(“Telepon   : 022-2513709\n\r”);
}

main()
{
TampilNama();
TampilNama();
TampilNama();
}
Dalam program di atas, ada sebuah fungsi yang bernama TampilNama(), yang berguna untuk menampilkan data Nama, Alamat, dan Telepon. Dalam program utama (fungsi main() ), cara pemanggilan fungsi tersebut adalah dengan menulis nama fungsinya (dalam hal ini TampilNama() ). Jadi program di atas akan menampilkan isi fungsi TampilNama() sebanyak 3 kali.
Fungsi di atas merupakan fungsi yang dipanggil tanpa memakai parameter. Untuk melihat contoh fungsi berparameter, perhatikan program di bawah ini.
void Kotak(int X1,int Y1, int X2,int Y2,int Bingkai,int Latar) {
int i;
textcolor(Bingkai);
textbackground(Latar);
gotoxy(X1,Y1);cprintf(“é”); /* alt+218 */
gotoxy(X1,Y2);cprintf(“%c”,192);
gotoxy(X2,Y1);cprintf(“%c”,191);
gotoxy(X2,Y2);cprintf(“%c”,217);
for (i=X1+1;i<=X2-1;i++)
{
gotoxy(i,Y1);cprintf(“%c”,196);
gotoxy(i,Y2);cprintf(“%c”,196);
}
for(i=Y1+1;i<=Y2-1;i++)
{
gotoxy(X1,i);cprintf(“%c”,179);
gotoxy(X2,i);cprintf(“%c”,179);
}
}
main()
{
Kotak(1,1,80,24,WHITE,BLUE);// Memanggil Procedur Kotak
Kotak(2,2,15,23,WHITE,RED);
getch();
return 0;
}
Void Kotak merupakan sebuah fungsi yang akan membuat suatu kotak di layar sesuai dengan koordinat yang diberikan di bagian parameter. Koordinat tersebut adalah koordinat kiri atas (X1,Y1), dan koordinat titik kanan bawah (X2,Y2). Selain itu fungsi ini membutuhkan parameter Bingkai yang berguna untuk menentukan warna bingkai kotak, dan juga parameter Latar yang berguna untuk menentukan warna latar belakang kotak yang dibuat.
Pemanggilan Kotak(1,1,80,24,WHITE,BLUE) berguna untuk membuat kotak dengan posisi kiri atas pada koordinat (1,1) dan posisi kanan bawah pada koordinat (80,24) dengan warna bingkai kotak berwarna putih dengan latar belakang kotak berwarna biru.


Fungsi bertipe data
Dalam dunia matematika, kita mengenal fungsi. Contoh : F(X)=X2+3X+5, yang berarti kita mempunyai sebuah fungsi bernama F yang membutuhkan parameter X sebagai data yang akan dihitung dengan persamaan X2+3X+5 sehingga kalau kita menulis F(5), maka nilai dari fungsi tersebut adalah 52 + 3.5+ 5 = 45.
Bentuk umum dari Function ini dalam bahasa Pascal adalah :

typedata NamaFungsi(daftar parameter)
{
Perintah;
Perintah;
Return NilaiHasilUntukFungsi;
}

Contoh 1 : Fungsi matematik untuk menghitung persamaan F(X) = X2+3X+5;
float F(float X) {
return X*X+3*X+5;//Fungsi diisi hasil dari perhitungan X2+3*X+5
}

Contoh 2 : Fungsi untuk mencari Faktorial dari suatu nilai
float Faktorial(int N) {
int I;
float Hasil;
Hasil:=1;
for(I=2;I<=N;I++)
Hasil=Hasil * I;
return Hasil;
}

Contoh 3: Fungsi untuk mencari Kombinasi dengan rumus :
Kombinasi (X,Y) =
Float  Kombinasi(int X, int Y) {
return Faktorial(Y) / (Faktorial(X)*Faktorial(Y-X));
}

Array

Array pada C++

Array adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama. Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik.
Letak urutan dari suatu elemen larik ditunjukkan oleh suatu subscript atau suatu index.
Menurut dimensinya, array dapat dibedakan menjadi :
1. Array satu dimensi
Setiap elemen array dapat diakses melalui index
Index array secara default dimulai dari 0
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array[ukuran] 2. Array dua dimensi
Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah buah kolom bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [baris][kolom]

3.Array multidimensi
Array multidimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. Bentuk pendeklarasian array multidimensi sama saja dengan deklarasi array dimensi satu maupun dimensi dua.
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [ukuran 1][ukuran 2] . . . [ukuran N]
Perbedaan array dengan tipe data lain :
Array dapat mempunyai sejumlah nilai, sedangkan tipe data lain hanya dihubungkan dengan sebuah nilai saja.
Array dapat digunakan untuk menyimpan beberapa nilai tipe data lain data (char, int, float, double, long, dll) yang sama dengan satu nama saja.
Selain itu, array dapat berupa satu dimensi atau lebih, sedangkan tipe data lain hanya berupa satu dimensi.
Array juga dapat digunakan sebagai parameter. Jenisnya :
a. Array dimensi satu sebagai parameter :
-Pengiriman parameter berupa array dimensi satu merupakan pengiriman secara acuan/referensi, karena yang dikirimkan adalah alamat dari elemen pertama arraynya, bukan seluruh nilai-nilai elemenya. Alamat elemen pertama dari array dapat ditunjukkan oleh nama lariknya yang tidak ditulis dengan indeknya.
b.Array dua dimensi sebagai parameter :
-Pengiriman parameter berupa array dua dimensi hampir sama dengan pengiriman parameter array satu dimensi, hanya saja perbedaannya adalah dalam array dua dimensi harus menyebutkan baris dan kolom array dimensi dua tersebut, mendeklarasikan MAX_ROWS dan MAX_COLS yang digunakan untuk pengiriman parameter array dua dimensi dan pada saat pengiriman parameter formal array dua dimensi, kita harus menyebutkan banyaknya dimensi array untuk kolom, sehingga ukuran kolom dapat diketahui, hal ini berkaitan dengan pemesanan variabel array di memori.
Contoh 1. Penggunaan array dalam C++:
Program di bawah ini untuk membaca data kemudian menampilkannya.
#include
#include
void main()
{
int data[10]; // array dengan 10 elemen bertipe integer
int elemen;
clrscr();
// entri 10 data
for (elemen=0;elemen <= 9;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “;
cin >> data[elemen];
}
// tampilkan data setelah entri
for (elemen=0;elemen <= 9;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “ << data[elemen];
}
}
NB: Dalam C/C++ elemen array dimulai dari 0.
Contoh 2. Program untuk menampilkan data array dari hasil inisialisasi:
#include
#include
void main()
{
int data[5] = {4, 1, 0, -9, 8};
int elemen;
clrscr();
// tampilkan data
for (elemen=0;elemen <= 4;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “ << data[elemen];
}
}
Contoh 3. Program untuk mencari data dari array, dan menampilkan nomor
elemennya:
#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, ketemu;
cout << “Data yang dicari : “;
cin >> x;
ketemu = 0;
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen] == x)
{ ketemu =
!
ketemu;
break;
}
}
if (ketemu == 0) cout << “Data tidak ditemukan “;
else cout << “Data ada di elemen : “ << elemen;
}
Contoh 4. Program untuk menampilkan data terbesar (maks) dari suatu array:
#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, max;
max = data[0];
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen]>max) max = data[elemen];
else max = max;
}
cout << “Nilai maksimum adalah : “ << max;
}
Array di atas adalah array dimensi satu. Bagaimana dengan array dimensi dua?
Berikut ini contoh penggunaan array dua dimensi:
#include
#include
void main()
{
int j, k;
int data[5][3] =
{
{3, 4, -1},
{2, 3, 0},
{1, 1, 2},
{5, 9, -4},
{6, 6, 2}
};
for (j = 0; j<=4; j++)
{
for (k = 0; k<=2; k++)
cout << “data[“ << j << “][“<< k << “] = “ << data[j][k] << endl;
}
}

Struktur Kontrol Perulangan

                        Struktur Kontrol Perulangan

Struktur Kontrol Perulangan
PHP mengenal beberapa struktur kontrol perulangan antara lain.

1.FOR
For adalah perulangan yang jumlah perulangannya kita ketahui, contoh lakukan perulangan dari 1 sampai 10
1
2
3
4
5
<?
   for ($i = 1; $i <= 10; $i++) {
   echo "Baris " . $i . "<br />";
}
?>
Maka tampilannya adalah:
Baris 1
Baris 2
Baris 3
Baris 4
Baris 5
Baris 6
Baris 7
Baris 8
Baris 9
Baris 10
Dimana i di ulang sebanyak 10 kali atau selama nilai dari i lebih kecil dari 10.

2.WHILE
While adalah perulangan yang jumlah perulangannya tidak kita ketahui sebelumnya, atau perulangan hingga kondisi nya Terpenuhi/ Benar. Contoh, kita mengambil data pada database dengan seleksi tertentu, dimana kita tidak mengetahui berapa banyak data tersebut.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?
$i = 1;
$l = true;
while($l == true){
   echo "Baris " . $i . "<br />";
   if($i == 10){
      $l = false;
   }
   $i++;
}
?>
Dimana, kita melakukan perulangan sebanyak x kali, namun dia akan berhenti apabila perulangan yang ke 10.
Pada kasus di atas, saya menambahkan fungsi IF untuk melakukan pemberhentian perulangan, dimana saya nyatakan variable $l dengan nilai false. Sesuai dengan syarat WHILE, akan melakukan perulangan jika kondisinya terpenuhi.
$i++ adalah sebuah pernyataan yang akan menambahkan nilai sebelumnya dengan sebuah nilai baru (integer), contoh nilai $i adalah 1 maka setelah $i++ menjadi $i+1 dan hasilnya adalah 2.
Contoh lain:
1
2
3
4
5
6
7
<?
$i = 1;
while ($i <= 10):
   echo $i . "<br />";
   $i++;
endwhile;
?>

3.DO WHILE
Do while adalah perulangan yang sifatnya mirip dengan while, namun perbedaannya do while melakukan perulangan terlebih dahulu baru mengecek apakah nilainya sudah benar atau sudah terpenuhi, jika tidak dia akan melakukan perulangan kembali, sampai nilai yang di tentukan.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$i = 0;
$l = true;
do {
   echo $i;
   if($i == 0){
      $l = false;
   }
   $i++;
} while ($l);
?>
Artinya, do while melakukan perulangan tanpa mengecek terlebih dahulu nilai $i untuk pertama kalinya, dia lagi menjalankan perulangan dan akan di cek di baris berikutnya, berbeda dengan WHILE, yang melakukan pengecekan pertama kali sebelum pernyataan di jalankan.

4.FOREACH
Sebuah perulangan yang di gunakan untuk melakukan perulangan pada variable array, penjelasan array akan kita bahas di pertemuan berikutnya, namun sekarang kita akan sedikit menyingung penggunaan dari foreach.
1
2
3
4
5
6
<?php
$kumpulan = array("merah", "putih", "hijau");
foreach ($kumpulan as $v) {
   echo $v . "<br />";
}
?>
Dan hasilnya adalah:
merah
putih
hijau
Selain itu kita juga dapat memodifikasinya:
1
2
3
4
5
6
<?php
$kumpulan = array("jambu" => "merah", "air" => "putih", "daun" => "hijau");
foreach ($kumpulan as $v => $d) {
   echo "Warna " . $v . " adalah " . $d  . "<br />";
}
?>
dan hasilnya adalah:
Warna Jambu adalah merah
Warna air adalah putih
Warna daun adalah hijau

input data

                                                        Membuat Input Data                                                            ...